Jaringan telekomunikasi memiliki fungsi yang
sangat vital dalam penyampaian informasi. Dengan berkembangnya teknologi,
jaringan telekomunikasi juga semakin mutakhir. Salah satu bentuk perkembangan
teknologi di dunia telekomunikasi adalah FTTH (Fiber To The Home). Keberadaan
FTTH berhasil menjadi jembatan informasi yang lebih cepat dan kuat.
Jaringan Telekomunikasi FTTH: Pengertian, Keunggulan, Cara
Kerja dan Struktur Jaringannya
Apa itu FTTH?
FTTH (Fiber To The
Home) merupakan sebuah format pengantar isyarat optik, dari provider ke kawasan
pengguna, dengan memanfaatkan teknologi serat optik sebagai medium
pengantarnya. Sebuah komunikasi dapat dikatakan berhasil jika memuat banyak
informasi dalam satu waktu. Keberadaan teknologi fiber optik ini berhasil
menjadi solusi transfer informasi dalam jumlah banyak dengan waktu yang sangat
singkat.
Jika mengingat
teknologi konvensional, yaitu kabel tembaga, jelas FTTH jauh lebih unggul.
Menurut Federation Communications Commision (FCC), apabila seutas kabel tembaga
bisa menjembatani enam panggilan telepon dalam waktu bersamaan, maka seutas
serat optik mampu memuat hingga 2,5 juta panggilan telepon dalam waktu yang
bersamaan. Teknologi seperti ini merupakan titik cerah bagi kemajuan
telekomunikasi di Indonesia.
Keunggulan Teknologi FTTH
Satu keunggulan
utama dari jaringan telekomunikasi FTTH adalah mampu mentransfer informasi
dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Bagi para penggiat industri telekomunikasi,
ini memberi peluang terciptanya layanan yang disebut Triple Play Service. Layanan ini merupakan penggabungan tiga buah
layanan, yaitu koneksi berkecepatan tinggi (internet), panggilan telepon
(voice), dan TV interaktif (video). Layanan serupa belum dapat diberikan ketika
provider menggunakan kabel tembaga sebagai pengantar informasi.
Cara Kerja FTTH
Terdapat dua jenis
cara kerja FTTH, yaitu direct fiber
dan shared fiber. Dimana pada direct fiber, satu serat akan
dihubungkan langsung kepada satu pengguna. Cara kerja ini memiliki keunggulan,
yaitu bandwith yang didapat akan
sangat besar. Hal ini terjadi karena pengguna akan terhubung langsung ke
sentral. Namun, kelemahan dari cara kerja ini adalah biaya yang sangat besar.
Sedangkan untuk shared fiber, satu serat akan
dihubungkan kepada pengguna melalui splitter.
Pembagian ini bisa mencapai sekitar 16 hingga 32 pengguna. Penggunaan splitter biasanya dilakukan saat serat
sudah mendekati pengguna.
Struktur Jaringan FTTH
Terdapat empat buah
komponen utama pada struktur jaringan telekomunikasi FTTH, yaitu:
-Metro Ethernet (ME/Metro-E)
Secara
harafiah, ini merupakan sebuah jaringan komunikasi data dalam ukuran yang
sangat besar dengan menggunakan teknologi Ethernet.
Komponen ini merupakan sebuah teknologi Ethernet
yang mampu menjangkau daerah lebih luas, seperti perkotaan.
-Optical Line Terminal (OLT)
Komponen
ini sering juga disebut sebagai Optical
Line Termination, yaitu sebuah perangkat yang dijadikan titik akhir dari
layanan jaringan optik pasif.
-Optical Distribution Frame (ODF)
ODF
adlaah sebuah titik terminasi kabel fiber optik yang digunakan untuk peralihan
dari kabel fiber optik outdoor dengan
kabel fiber optik indoor, atau
sebaliknya.
-Optical Distribution Cabinet (ODC)
ODC adalah perangkat outdoor berupa kotak yang terbuat dari material khusus. Perangkat
ini berfungsi sebagai tempat instalasi sambungan antar jaringan fiber optik single-mode yang berisi konektor, splitter, dan dilengkapi ruang manajemen
fiber. Terdapat dua jenis perangkat ODC, yaitu model tanam dan model tiang.
Kemajuan teknologi di
era ini membawa banyak dampak positif di segala aspek, termasuk telekomunikasi.
Kemunculan teknologi baru membuat telekomunikasi mengalami kemajuan signifikan.
Salah satu wujud dari kemajuan tersebut adalah implementasi fiber optik pada
jaringan telekomunikasi.
Mengenal Secara Singkat, Apa Itu FTTH?
FTTH (Fiber To The
Home) merupakan salah satu bentuk dari kemajuan teknologi telekomunikasi. FTTH
dapat didefinisikan sebagai susunan jaringan optik dari sebuah sentral ofis
(STO) hingga perangkat pelanggan. Di dalam penggunaannya, jaringan akses fiber
tidak jauh berbeda dengan kabel tembaga, dimana terdapat beberapa segmen
catuan. Pada FTTH, terdapat empat buah catuan, yaitu Catuan Kabel Feeder,
Catuan Kabel Distribusi, Catuan Kabel Drop, dan Catuan Kabel Indoor.
Jaringan FTTH
memiliki keunggulan dibanding kabel tembaga. Pengiriman informasi dalam jumlah
banyak dan lebih cepat adalah dua keunggulan dari penggunaan teknologi fiber. Bila
memanfaatkan teknologi ini, maka penyedia layanan bisa memberikan Triple Play
Services. Ini merupakan kesatuan dari layanan suara, internet dan tv
interaktif.
Konfigurasi Jaringan FTTx
Terdapat dua buah
perangkat aktif (Opto Elektrik) pada jaringan kabel fiber optik. Satu perangkat
dipasang di sentral ofis dan satu lagi dipasang di dekat atau tepat pada lokasi
pelanggan. FTTH sendiri merupakan jenis konfigurasi pada jaringan FTTx. Berdasarkan
lokasi perangkat aktif, terdapat lima jenis konfigurasi FTTx:
Fiber To The Building (FTTB)
Pada konfigurasi
ini, TKO (Terminasi Kabel Optik) terletak pada ruang telekomunikasi di ruang
bawah tanah atau tersebar di beberapa lantai. Selanjutnya, pelanggan akan
dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga indoor atau IKG. Konfigurasi ini bisa dianalogikan dengan DCL
(Daerah Catu Langsung) ke jaringan kabel tembaga.
Fiber To The Home (FTTH)
Terminasi Kabel
Optik pada konfigurasi jaringan FTTH terletak di dalam rumah pelanggan.
Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO lewat kabel tembaga indoor atau IKR sampai jarak puluhan
meter saja. Apabila dianalogikan, konfigurasi jaringan FTTH merupakan pengganti
dari TB (Terminal Blok).
Fiber To The Zone (FTTZ)
Pada konfigurasi
ini, TKO terletak di area luar bangunan, biasanya ditempatkan dalam sebuah kabinet
yang diletakkan di pinggir jalan. Terminal pelanggan dihubungka pada TKO
melalui kabel tembaga hingga beberapa kilometer. Jika dianalogikan, FTTZ
merupakan konfigurasi pengganti dari RK (Rumah Kabel).
Fiber To The Curb (FTTC)
Konfigurasi
jaringan FTTC, Terminasi Kabel Optik bisa terletak di beberapa tempat, seperti
kabinet, di atas tiang, atau manhole.
Selanjutnya, terminal pelanggan disambungkan pada TKO menggunakan kabel tembaga
hingga jarak beberapa ratus meter. FTTC dapat dianalogikan sebagai pengganti TP
(Titik Pengganti).
Fiber To The Tower (FTTT)
Pada jenis
konfigurasi ini TKO terletak di sebuah tiang, dimana terminal sistem GSM/CDMA
dihubungkan pada TKO lewat kabel tembaga indoor
hingga beberapa meter. Terdapat dua jenis jaringan kabel fiber optik pada
konfigurasi ini, yaitu kabel FO Drop apabila lokasi tower di kota dan FO
Distribusi apabila lokasi tower di pinggiran kota. Jika dianalogikan, FTTT
adalah pengganti dari ODP atau TB.
Terdapat beberapa
hal yang perlu dipertimbangkan saat akan melakukan konfigurasi jaringan FTTx,
antara lain:
Saat ini, pertumbuhan jumlah pengguna internet berkembang pesat. Dari data yang ada, pengguna internet di Indonesia pada tahun 2015 sudah mencapai 88,1 juta. Jika dibandingkan dengan data penduduk Indonesia, berarti 34.9% penduduk Indonesia selalu aktif terhubung ke internet. Kebutuhan setiap orang pada internet tentu harus diimbangi dengan teknologi yang mumpuni.
FTTH: Teknologi Jaringan Komunikasi yang Sangat Cepat
Salah satu bentuk kemajuan teknologi yang berpengaruh pada penyediaan layanan jaringan adalah FTTH. FTTH (Fiber To The Home) adalah sebuah teknologi pengantar isyarat optik dari provider ke kawasan pengguna dengan memanfaatkan medium serat optik. Teknologi ini tidak terlepas dari kemajuan serat optik yang mulai menggeser penggunaan kabel konvensional.
Di Indonesia sendiri, penggunaan teknologi FTTH ini mulai diadaptasi oleh banyak penyedia layanan internet. Salah satu keunggulan dari teknologi ini adalah kecepatan koneksi cepat serta bandwidth yang lebih besar daripada penggunaan kabel tembaga, DSL, atau coaxial. Menurut FCC, jika sebuah kabel tembaga hanya bisa memuat enam panggilan telepon, seutas serat optik bisa memuat hingga 2,5 juta panggilan dalam waktu yang bersamaan.
Penghantaran informasi menggunakan teknologi FTTH mampu memangkas biaya operasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik pada pelanggan. Wajar saja jika para penyedia layanan jaringan di Indonesia mulai beralih ke teknologi ini.
Sejarah Singkat Perkembangan Industri FTTH di Indonesia
Suatu komunikasi bisa dikatakan sukses apabila dapat memuat banyak informasi dalam satu waktu. Fiber optik merupakan salah satu alternatif yang bisa diandalkan, mengingat teknologi ini lebih unggul dibanding media transmisi komunikasi lainnya.
Sebenarnya perkembangan FTTH sudah ada sejak tahun 1970-an. Pada waktu itu perusahaan telepon dan TV menyadari akan keuntungan dari mengganti kabel tembaga dengan kabel fiber. Namun, saat itu perkembangan teknologi fiber optik belum mutakhir, sehingga pengembangannya pun terhambat. Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaan fiber optik saat ini sudah menjadi solusi transfer informasi yang bisa diandalkan.
Perkembangan Industri FTTH di Indonesia sendiri baru terasa dalam satu dekade belakangan ini. Hal ini disebabkan minat masyarakat Indonesia untuk berinternet pada awal tahun 2000-an belum sekuat saat ini. Namun semenjak penggunaan internet meningkat pesat, berbagai penyedia layanan internet mulai beralih dari penggunaan kabel tembaga dengan serat fiber. Era internet cepat yang dahulu hanya menjadi angan, sekarang sudah bisa kita rasakan.
Jaringan internet di Indonesia saat ini berada di peringkat ke-93 se-Asia Pasifik. Semakin baik perkembangan industri FTTH di Indonesia, tentu jaringan internet cepat akan lebih mudah didapatkan. Bahkan dengan memanfaatkan teknologi ini, para pelanggan bisa menikmati layanan triple play. Ini merupakan layanan yang terdiri dari paket data (internet), Suara (VoIP), dan Video (TV Interaktif dan Multimedia) dalam satu infrastruktur yang lebih praktis.
Sejalan dengan meningkatnya pengguna internet, perkembangan e-commerce di berbagai belahan dunia tumbuh sangat pesat. Hal tersebut diyakini turut menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi global. Berbagai perusahaan e-commerce muncul untuk menjembatani kebutuhan setiap orang agar lebih mudah.
Indonesia sendiri termasuk negara dengan peningkatan jumlah transaksi online sangat tinggi. Markplus Insight dan majalah online Marketeers pada tahun 2013 telah melakukan sebuah riset. Hasil menunjukkan bahwa dari 74,6 juta pengguna internet di Indonesia, 20%-nya kerap berbelanja secara online dan berpotensi terus meningkat setiap tahun. Hal ini tentu bisa menjadi sebuah peluang emas bagi para pelaku bisnis online.
Indofortech.com adalah salah satu perusahaan yang ikut serta meramaikan ekosistem bisnis e-commerce di Indonesia. Perusahaan ini berfokus pada perdagangan alat-alat teknologi dan informasi. Kehadirannya turut serta memberikan kemudahan bagi banyak orang. Bukan hanya dapat menyediakan keperluan individu saja, tapi Indofortech.com juga sanggup mengakomodir keperluan proyek dalam jumlah besar.
Siapa yang Ada di Balik Indofortech.com?
Indofortech.com adalah sebuah e-commerce dari perusahaan Graha Fatta. PT Graha Fatta merupakan sistem integrator lokal dan sudah diakui secara internasional dalam industri telekomunikasi. Sejak awal, PT Graha Fatta telah berkembang dengan sangat cepat. Perusahaan yang bertempat di Wisma Sentosa Jakarta Selatan ini selalu menjunjung komitmen kerja serta pelayanan maksimal. Selain kantor pusat yang berada di Jakarta, PT Graha Fatta juga memiliki beberapa cabang di kota Surabaya, Semarang, Medan dan Makassar.
PT Graha Fatta selalu berusaha memberikan nilai tambah dibanding dengan perusahaan pemasok alat-alat telekomunikasi Indonesia yang lain. Sudah banyak penyediaan barang serta proyek-proyek berskala besar yang sukses ditanganinya.
Sebagai perusahaan yang ada di balik Indofortech.com, PT Graha Fatta menyediakan keperluan produk dan pelayanan telekomunikasi yang handal. Beberapa pelayanan yang bisa diberikan antara lain pembuatan pusat data, panel surya, sistem jaringan, dan persediaan suplai alat-alat elektronik lainnya.
Keunggulan dari Perusahaan yang Ada di Balik Indofortech.com
Sebagai perusahaan yang ada di balik Indofortech.com, PT Graha Fatta memiliki berbagai keunggulan dibanding kompetitor lainnya.
Pelayanan Pemeliharaan
Graha Fatta memberikan layanan pemeliharaan untuk segala merek, baik produk lokal maupun internasional. Tentunya hal ini dilakukan untuk memberikan solusi dan kepuasan penuh pada klien. Beberapa pelayanan pemeliharaan yang disediakan oleh Graha Fatta meliputi:
-Masa garansi dengan ketersediaan suku cadang sebagai cara terbaik untuk memperoleh hasil perbaikan yang signifikan.
-Meningkatkan hasil output dari sistem dengan kualitas pelayanan pemeliharaan yang maksimal.
-Mampu konsisten dan berusaha selalu reliabel terhadap waktu pemeliharaan, baik untuk masalah umum maupun spesifik.
-Selalu mengadakan jadwal kunjungan tetap untuk check-up rutin pada klien.
-Memberikan layanan pelatihan untuk staf mesin klien mengenai pengoperasian, perawatan, dan penanganan masalah.
Memiliki Program Leasing
Graha Fatta memberikan program leasing sebagai upaya untuk memberikan keuntungan bisnis tertentu untuk para klien. Solusi proffesional dari Graha Fatta bukan hanya untuk membantu mengurangi kenaikan biaya investasi saja. Namun juga untuk mengurangi besarnya biaya sebuah peralatan baru jika dilakukan melalui pembelian secara langsung. Tentunya ini akan sangat menguntungkan bagi bisnis yang Anda jalankan.
Dengan dilatar belakangi sebuah perusahaan yang sudah berpengalaman di bidangnya, wajar saja apabila Indofortech.com kedepannya bisa menjadi e-commerce ICT terbesar di indonesia. Segala kebutuhan terkait alat-alat telekomunikasi bisa lebih mudah didapatkan di Indofortech.com.
Dekade belakangan ini, pertumbuhan telekomunikasi di dunia tumbuh sangat subur. Banyak peralatan di dekat kita memiliki fitur berbasis internet. Pertumbuhan teknologi dan telekomunikasi yang begitu cepat memiliki dampak negatif dan positif bagi kita semua. Tapi yang pasti, semakin canggih teknologi dan telekomunikasi maka segala hal akan menjadi lebih mudah.
Perkembangan Industri Telekomunikasi di Indonesia
Sepanjang sejarah perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia, telah terjadi sebuah pergeseran kebutuhan telekomunikasi pada masyarakat Indonesia. Industri telekomunikasi di Indonesia sebenarnya sudah tumbuh sejak era 70-an. Namun, pada saat itu telekomunikasi masih bisa dikatakan sangat sederhana, yaitu sebatas penggunaan telefon, telegraf, dan faksimili. Belum lagi yang bisa menikmati fasilitas-fasilitas tersebut hanya kalangan menengah keatas saja.
Kemudian di akhir tahun 90-an, pergeseran industri telekomunikasi mulai terlihat. Keberadaan alat telekomunikasi sederhana mulai digantikan dengan teknologi nirkabel. Jaringan operator seluler GSM, kartu prabayar, dan CDMA mulai masuk ke Indonesia. Pergeseran tersebut terjadi karena teknologi terbaru ini dianggap lebih fleksibel dan bermanfaat bagi orang-orang dengan mobilitas tinggi.
Lain halnya dengan saat ini, dimana pengguna layanan telekomunikasi mulai bermetamorfosa kembali. Perilaku pelanggan layanan telekomunikasi mulai bergeser, dari penggunaan layanan panggilan dan pesan singkat (SMS) lalu beralih menggunakan aplikasi dari layanan OTT (Over The Top). Alasan utama ialah adanya perbedaan yang sangat signifikan antara layanan suara dan tarif data.
Menanggapi hal ini, para penggiat industri telekomunikasi harus tanggap dan bisa mengambil solusi yang tepat. Mengingat pertumbuhan industri telekomunikasi sekarang memiliki dampak pula pada perkembangan ekonomi di negara Indonesia.
Peranan Teknologi dalam Perkembangan Industri Telekomunikasi di Indonesia
Mobilitas tinggi serta kebutuhan akan informasi yang cepat membuat preferensi masyarakat Indonesia bergeser pada moda telekomunikasi nirkabel. Terlebih dengan dipacu perkembangan ICT di dunia mendorong pesatnya pertumbuhan teknologi di Indonesia.
Bagi perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia, teknologi memiliki peranan yang sangat vital. Hal ini dikarenakan perkembangan telekomunikasi selalu mengikuti teknologi yang ada. Setiap kali muncul sebuah teknologi baru, maka akan segera diterapkan dalam layanan telekomunikasi. Hal tersebut akan terus berulang dan selalu menjadi peluang bagi para penggiat industri telekomunikasi di indonesia.
Sebagai contoh, penyedia layanan seluler di Indonesia bisa dikatakan sangat beragam. Para penyedia ini memiliki sebuah kesamaan, yaitu sama-sama sebagai penggiat dalam industri telekomunikasi di Indonesia. Meskipun banyak penyedia layanan telekomunikasi, setiap muncul teknologi baru, mereka akan berlomba menerapkannya pada layanan yang diberikan. Hasilnya, industri telekomunikasi yang ada akan selalu memberikan kemudahan untuk semua penggunanya.
Tantangan dalam Industri Telekomunikasi di Indonesia
Di samping memiliki banyak potensi yang dapat digali, industri telekomunikasi juga memiliki banyak sekali tantangan yang harus siap dihadapi. Sebagai contoh adalah bentuk persaingan secara global antara negara lain dengan Indonesia.
Para penggiat industri telekomunikasi di Indonesia percaya bahwa industri telekomunikasi akan semakin besar. Asalkan, para penggiat industri ini menyiapkan sebuah solusi jangka panjang, mengingat pertumbuhan industri ini sangat tinggi.
Saat ini, teknologi informasi di tanah air berkembang sangat cepat. Seiring dengan hal tersebut, kebutuhan setiap orang akan peralatan telekomunikasi juga meningkat. Berangkat dari hal itu, Indofortech.com hadir sebagai solusi bagi kebutuhan teknologi informasi banyak orang.
INDOFORTECH.COM: KEHADIRAN E-COMMERCE ICT TERBESAR DI INDONESIA
Ekosistem perniagaan berbasis online di tanah air saat ini perlahan tapi pasti mulai menunjukkan tajinya. Data dari biro riset Frost & Sullivan di tahun 2013 menunjukkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan rata-rata pertumbuhan bisnis e-commerce hingga 17 persen setiap tahun. Banyak perusahaan bermunculan untuk menjembatani kebutuhan setiap orang. Salah satunya adalah Indofortech.com yang hadir sebagai e-commerce ICT terbesar di Indonesia.
Indofortech.com adalah sebuah bisnis e-commerce yang bergerak di bidang perdagangan alat-alat teknologi informasi dan komunikasi. Kehadirannya turut serta meramaikan jagat bisnis berbasis elektronik di Indonesia. Tidak hanya sanggup menyediakan kebutuhan untuk perorangan, Indofortech.com juga bisa mengakomodir kebutuhan proyek dalam jumlah besar.
APA KEUNGGULAN INDOFORTECH.COM SEBAGAI E-COMMERCE ICT TERBESAR DI INDONESIA?
Agar bisa tetap bernafas di jalur perdagangan online, Indofortech.com sebagai e-commerce ICT terbesar memiliki berbagai keunggulan.
Indofortech.com Sudah Berpengalaman Sejak 1999
Indofortech.com adalah sebuah e-commerce dari perusahaan Graha Fatta. PT Graha Fatta sendiri sudah berkecimpung di dunia bisnis telekomunikasi sejak tahun 1999. Belasan tahun bukan merupakan waktu yang singkat sebagai penyedia peralatan terbaik dalam bidang telekomunikasi. Sudah banyak penyediaan barang dan pengerjaan proyek-proyek telekomunikasi yang berhasil ditangani dengan sukses.
Barang Telekomunikasi yang Ada Sangat Lengkap
Karena terfokus pada penjualan barang-barang telekomunikasi, kebutuhan Anda akan dilayani dengan lebih spesifik oleh Indofortech.com. Seperti pusat data, panel surya, jaringan, dan persediaan suplai elektronik lainnya bisa Anda dapatkan di Indofortech.com.
Indofortech.com Mempunyai Persediaan Barang Sendiri
Ketersediaan barang adalah kunci paling penting di dalam menjalankan sebuah bisnis jual-beli. Berbeda dari e-commerce yang hanya sebagai perantara antar penjual dan pembeli, Indofortech.com mampu menjaga ketersediaan produknya dengan cara memantau dan menyimpan produk secara rapi di gudang yang berlokasi di Citereup Bogor.
Harga Barang yang Ditawarkan Indofortech.com Lebih Kompetitif
Sebagai e-commerce ICT terbesar di Indonesia, Indofortech.com memberikan penawaran harga yang lebih kompetitif. Ketersediaan barang yang dimiliki sendiri oleh perusahaan membuat harga barang-barang yang dijual lebih murah dari harga yang ada di pasaran.
Memberikan Kemudahan Berbelanja dan Pelayanan Pelanggan dengan Maksimal
Berbelanja keperluan telekomunikasi di Indofortech.com selalu menyenangkan. Website Indofortech.com bisa diakses mudah dan sangat cepat. Tampilan website yang rapi memberikan kemudahan dan kenyamanan pada Anda saat mencari barang kebutuhan. Macam-macam barang disusun ke dalam sejumlah kategori agar lebih mudah ditemukan.
Selama berbelanja di website Indofortech.com Anda bisa berinteraksi dengan Pelayanan Pelanggan melalui panel obrolan yang tersedia. Apabila ingin bertanya-tanya lebih jauh atau berkonsultasi tentang kebutuhan peralatan, Anda bisa menghubungi Pelayanan Pelanggan melalui nomor telepon atau email yang sudah tertera. Tim dari Indofortech.com siap membantu Anda mencarikan solusi terbaik.
Di tengah kencangnya laju pertumbuhan teknologi tanah air, bagi banyak orang, kehadiran Indofortech.com sangat menguntungkan. Terlebih dengan keunggulan-keunggulan yang dimilikinya. Sekarang, berbelanja kebutuhan peralatan telekomunikasi bisa dilakukan dengan sangat mudah. Baik keperluan individu atau pemasangan alat telekomunikasi kantor bukan lagi hal yang merepotkan.
Gambar diatas adalah contoh barang/perangkat dari serat optic
Gambar pertama dari kiri adalah patch cord lc upc fc upc duplex sm 30m 2mm g657a (merupakan kabel jadi dari serat optik dengan konektor lc dan fc)
Gambar kedua dari kiri adalah patchcord duplex sm fc-fc 40m (merupakan kabel jadi dari serat optik dengan konektor fc dan fc)
Gambar ketiga dari kiri adalah lc pigtail multimode 2m 1µm(merupakan kabel penghubung atau pemecah dari 1 ke beberapa kepala penghubung)
Dan gambar terakhir dari kiri adalahIFC-2.0 GJ005-2A(merupakan barang yang mirip dengan pigtail namun sudah dalam paket ketentuan yang telah terpasang)
Serat optik dewasa ini banyak digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya digunakan sebagai perantara data dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu yang singkat, dan banyak juga merk yang bermunculan mengingat sangat kuatnya dampak positif untuk fungsi dan investasi di bidang ini, ada nama-nama besar seperti Corning, 3M, 3clink, TE, dan masih banyak lagi.
ingin lebih tahu lebih banyak tentang jenis dan harga terbaru dari serat optic dari merk berkualitas, ada di INDOFORTECH.COM,
Sejarah Serat Optic
Sebelum kita tahu sejarahnya mari kita lihat lebih dekat cara pembuatan serat optic
Penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu, baru sekitar tahun 1930-an para ilmuwanJermanmengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama serat optik. Percobaan ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil yang dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun harus melalui perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut lagi. Perkembangan selanjutnya adalah ketika para ilmuawanInggrispada tahun 1958 mengusulkanprototipeserat optik yang sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lainnya. Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwanJepangberhasil membuat jenis serat optik yang mampu mentransmisikan gambar.
Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu cahaya melewati gelas (serat optik) namun juga mencoba untuk ”menjinakkan” cahaya. Kerja keras itupun berhasil ketika sekitar 1959 laser ditemukan. Laser beroperasi pada daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro.
Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser dalam jarak 1 km, bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter.
Sekitar tahun 60-an ditemukan serat optik yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya serat yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni serat optik, dengan pencahayaan cukup mata normal akan dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik.
Seperti halnya laser, serat optik pun harus melalui tahap-tahap pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya, ia sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah serat optik pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologi material, serat optik mengalami pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.
Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO)
Berdasarkan penggunaannya maka SKSO dibagi atas beberapa generasi yaitu :
Generasi pertama (mulai 1975)
Sistem masih sederhana dan menjadi dasar bagi sistem generasi berikutnya, terdiri dari : alat encoding : mengubah input (misal suara) menjadi sinyal listrik transmitter : mengubah sinyal listrik menjadi sinyal gelombang, berupa LED dengan panjang gelombang 0,87 mm. serat silika : sebagai penghantar sinyal gelombang repeater : sebagai penguat gelombang yang melemah di perjalanan receiver : mengubah sinyal gelombang menjadi sinyal listrik, berupa fotodetektor alat decoding : mengubah sinyal listrik menjadi output (misal suara) Repeater bekerja melalui beberapa tahap, mula-mula ia mengubah sinyal gelombang yang sudah melemah menjadi sinyal listrik, kemudian diperkuat dan diubah kembali menjadi sinyal gelombang. Generasi pertama ini pada tahun 1978 dapat mencapai kapasitas transmisi sebesar 10 Gb.km/s.
Generasi kedua (mulai 1981)
Untuk mengurangi efek dispersi, ukuran teras serat diperkecil agar menjadi tipe mode tunggal. Indeks bias kulit dibuat sedekat-dekatnya dengan indeks bias teras. Dengan sendirinya transmitter juga diganti dengan diode laser, panjang gelombang yang dipancarkannya 1,3 mm. Dengan modifikasi ini generasi kedua mampu mencapai kapasitas transmisi 100 Gb.km/s, 10 kali lipat lebih besar daripada generasi pertama.
Generasi ketiga (mulai 1982)
Terjadi penyempurnaan pembuatan serat silika dan pembuatan chip diode laser berpanjang gelombang 1,55 mm. Kemurnian bahan silika ditingkatkan sehingga transparansinya dapat dibuat untuk panjang gelombang sekitar 1,2 mm sampai 1,6 mm. Penyempurnaan ini meningkatkan kapasitas transmisi menjadi beberapa ratus Gb.km/s.
Generasi keempat (mulai 1984)
Dimulainya riset dan pengembangan sistem koheren, modulasinya yang dipakai bukan modulasi intensitas melainkan modulasi frekuensi, sehingga sinyal yang sudah lemah intensitasnya masih dapat dideteksi. Maka jarak yang dapat ditempuh, juga kapasitas transmisinya, ikut membesar. Pada tahun 1984 kapasitasnya sudah dapat menyamai kapasitas sistem deteksi langsung. Sayang, generasi ini terhambat perkembangannya karena teknologi piranti sumber dan deteksi modulasi frekuensi masih jauh tertinggal. Tetapi tidak dapat disangkal bahwa sistem koheren ini punya potensi untuk maju pesat pada masa-masa yang akan datang.
Generasi kelima (mulai 1989)
Pada generasi ini dikembangkan suatu penguat optik yang menggantikan fungsi repeater pada generasi-generasi sebelumnya. Sebuah penguat optik terdiri dari sebuah diode laser InGaAsP (panjang gelombang 1,48 mm) dan sejumlah serat optik dengan doping erbium (Er) di terasnya. Pada saat serat ini disinari diode lasernya, atom-atom erbium di dalamnya akan tereksitasi dan membuat inversi populasi*, sehingga bila ada sinyal lemah masuk penguat dan lewat di dalam serat, atom-atom itu akan serentak mengadakan deeksitasi yang disebut emisi terangsang (stimulated emission) Einstein. Akibatnya sinyal yang sudah melemah akan diperkuat kembali oleh emisi ini dan diteruskan keluar penguat. Keunggulan penguat optik ini terhadap repeater adalah tidak terjadinya gangguan terhadap perjalanan sinyal gelombang, sinyal gelombang tidak perlu diubah jadi listrik dulu dan seterusnya seperti yang terjadi pada repeater. Dengan adanya penguat optik ini kapasitas transmisi melonjak hebat sekali. Pada awal pengembangannya hanya dicapai 400 Gb.km/s, tetapi setahun kemudian kapasitas transmisi sudah menembus harga 50 ribu Gb.km/s.
Generasi keenam
Pada tahun 1988 Linn F. Mollenauer memelopori sistem komunikasi soliton. Soliton adalah pulsa gelombang yang terdiri dari banyak komponen panjang gelombang. Komponen-komponennya memiliki panjang gelombang yang berbeda hanya sedikit, dan juga bervariasi dalam intensitasnya. Panjang soliton hanya 10-12 detik dan dapat dibagi menjadi beberapa komponen yang saling berdekatan, sehingga sinyal-sinyal yang berupa soliton merupakan informasi yang terdiri dari beberapa saluran sekaligus (wavelength division multiplexing). Eksperimen menunjukkan bahwa soliton minimal dapat membawa 5 saluran yang masing-masing membawa informasi dengan laju 5 Gb/s. Cacah saluran dapat dibuat menjadi dua kali lipat lebih banyak jika digunakan multiplexing polarisasi, karena setiap saluran memiliki dua polarisasi yang berbeda. Kapasitas transmisi yang telah diuji mencapai 35 ribu Gb.km/s.
Cara kerja sistem soliton ini adalah efek Kerr, yaitu sinar-sinar yang panjang gelombangnya sama akan merambat dengan laju yang berbeda di dalam suatu bahan jika intensitasnya melebihi suatu harga batas. Efek ini kemudian digunakan untuk menetralisir efek dispersi, sehingga soliton tidak akan melebar pada waktu sampai di receiver. Hal ini sangat menguntungkan karena tingkat kesalahan yang ditimbulkannya amat kecil bahkan dapat diabaikan. Tampak bahwa penggabungan ciri beberapa generasi teknologi serat optik akan mampu menghasilkan suatu sistem komunikasi yang mendekati ideal, yaitu yang memiliki kapasitas transmisi yang sebesar-besarnya dengan tingkat kesalahan yang sekecil-kecilnya yang jelas, dunia komunikasi abad 21 mendatang tidak dapat dihindari lagi akan dirajai oleh teknologi serat optik.